Jumat, 19 Juni 2009

PEROKOK AKTIF DAN PEROKOK PASIF


Banyak yang mengatakan bahwa perokok aktif lebih beresiko terkena kanker daripada perokok pasif . . 

tetapi,, ada juga yang mengatakan bahwa perokok pasih lebih beresiko terkena kanker . 

Perokok Pasif Lebih Berisiko
Membahayakan Orang Sekelilingnya yang bukan Perokok


CIMAHI, (PR).-
Hasil survei Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menunjukkan, lebih dari lima puluh persen perokok di kota tersebut melakukan aktivitas merokoknya di dalam ruangan. Padahal, perilaku itu akan memicu terpaparnya asap rokok pada perokok pasif. 

Menurut Kepala Bidang Jaminan Informasi dan Promosi Kesehatan Dinkes Kota Cimahi Chanifah Listyarini, survei itu dilakukan tahun 2008 kepada sekitar 93.000 kepala keluarga di Kota Cimahi. "Perokok aktif yang merokok di dalam ruangan sangat membahayakan orang-orang sekelilingnya yang bukan perokok," kata Chanifah saat ditemui di Puskesmas Cimahi Selatan, Selasa (26/5). 

Chanifah mengatakan, perokok pasif memiliki risiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit yang biasanya dialami oleh para perokok aktif, mulai dari osteoporosis, jantung, kerusakan sperma, hingga kanker. Berbeda dengan perokok aktif, perokok pasif tak memiliki adaptasi terhadap asap rokok yang dihirupnya. 

"Seorang perokok aktif, kebiasaan merokoknya membuat tubuhnya membentuk adaptasi terhadap asap rokok. Namun, hal itu tidak terjadi pada perokok pasif, yang memang tidak terbiasa menghirup asap rokok," kata Chanifah. Itulah sebabnya menjadi perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif.

Salah satu upaya menekan jumlah perokok dalam ruangan, Pemerintah Kota Cimahi berencana membuat kawasan khusus untuk merokok. Rencananya, kawasan tersebut tidak hanya dibangun di area perkantoran, tetapi juga di area publik. "Untuk saat ini, kami masih melakukan sosialisasi pada seluruh masyarakat di Kota Cimahi untuk tidak merokok di ruangan," tutur Chanifah. 

Lebih berisiko

Kandungan nikotin dari asap rokok yang terisap para perokok pasif bisa menyebabkan kerusakan paru-paru. Mereka juga kemungkinan mendapatkan serangan jantung lebih tinggi. Selain itu, bagi anak-anak yang orang tuanya merokok, anak tersebut berisiko terkena radang tenggorokan dan penyakit paru-paru. Sementara bagi ibu hamil yang menghirup asap rokok, kemungkinan bayinya akan lahir kurus, cacat, dan cenderung akan meninggal ketika dilahirkan atau beberapa hari setelah dilahirkan. 

Kebiasaan merokok dalam ruangan tak lepas dari kesadaran dan kebiasaan perokoknya. Seperti yang dialami Ujang (23), seorang pedagang bakso yang biasanya mangkal di daerah Cibeureum. Ia mengaku biasa menghabiskan sekitar satu bungkus rokok per harinya. Jumlah itu dapat meningkat saat ia merasa tak enak hati. 

Ujang mengaku tak pernah memikirkan tempat untuk merokok. Ia akan merokok di mana saja saat keinginan untuk merokok itu muncul.

Berbeda dengan Ujang, Leo (20) mengaku hanya merokok jika mau. "Biasanya merokok kalau lagi kumpul-kumpul sama teman. Dibilang kecanduan sih kayanya belum. Soalnya, sehari paling merokok cuma satu atau dua batang," kata warga Kebonkopi tersebut. Leo mengaku akan melihat kondisi di sekelilingnya saat akan menyalakan rokok. (A-177)***

(www.pikiran-rakyat.com)

PEROKOK AKTIF LEBIH BERBAHAYA

perokok pasif lebih terpengaruh oleh asap rokok yang tidak terfilter ke paru paru.
perokok aktif selain pengaruh asap rokoknya ke paru2, juga dapat terkena kanker mulut, nasofaring, dll.
kesimpulannya perokok aktif lebih beresiko terkena kanker akibat rokok daripada perokok pasif.

(http://id.answers.yahoo.com)

jadii?? manakah yang merupakan kebenarannya?

Tidak ada komentar: